Pelaku Usaha Mikro Eksis di Plaza Madiun


Madiun – Keberadaan pelaku usaha mikro di Kota Madiun terus mendapatkan perhatian khusus dari dinas-dinas terkait. Dalam rangka peringatan “3 dekade Lippo Malls” Dinas Perdagangan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan para pelaku usaha mikro mengisi stand pameran di Plaza Madiun. Kegiatan pameran yang dimulai tanggal 18 – 31 Maret 2109 ini mengambil tema ” Madiun Culture dan Food Festival”

Beraneka produk yang ditampilkan mulai dari kerajinan kayu, batik, sambel pecel, keripik, jamu tradisonal ada juga jajanan tempo dulu seperti utri, klepon, sawut, gatot, jenang jagung. Para pengisi stand sangat bersemangat mengukuti kegiatan ini, seperti yang diungkapkan pemilik usaha Jamune jeng Suni “kami sangat senang dan berterimakasih mendapatkan kesempatan ini, dan berharap akan diikutkan lagi pada pameran berikutnya”.

Dengan mengikuti kegiatan seperti ini diharapkan para pelaku usaha dapat mengetahui sejauh mana respon pengunjung terhadap produknya, menambah kepercayaan diri dalam berpromosi dan memotivasi untuk terus berkreasi menghasilkan karya-karya yang lebih bervariasi.

(ppid/aw/dinas perdagangan)

KUNJUNGAN KERJA DPRD PEKALONGAN KE DINAS PERDAGANGAN KOTA MADIUN TERKAIT RETRIBUSI PASAR

Dinas Perdagangan Kota Madiun menerima kunjungan kerja dari Komisi B DPRD Pekalongan pada hari ini Selasa, 26 Maret 2019. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi B Bapak Saiful Bahri ini mempunyai maksud dan tujuan untuk mempelajari penanganan retribusi pasar-pasar sehingga dapat meningkatkan PAD Daerah. Bertempat di ruang rapat Dinas Perdagangan rombongan diterima oleh Kepala Bidang Pasar Sutarno, BE beserta Kepala Seksi Penagihan dan Staf Retribusi. Pemilihan Kota Madiun sebagai tujuan dirasa sangat tepat. Karena Kota Madiun yang memiliki 18 pasar rakyat sebagai potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) lewat retribusi pasar ditahun anggaran 2018 telah mampu melampaui target pendapatan yang diinginkan.

“ Dinas Perdagangan Kota Madiun menyambut baik dan sangat mengapresiasi kedatangan DPRD Pekalongan. Mari kita pergunakan kesempatan ini untuk dapat saling bersinergis dan bertukar pengetahuan dan peraturan daerah agar dapat dimanfaatkan bagi perkembangan dan kemajuan kedua daerah tersebut”. Ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat dalam sambutannya.

Setelah rapat dengar pendapat dan pemaparan Peraturan Daerah mengenai retribusi pasar, agenda selanjutnya adalah peninjauan langsung ke pasar-pasar. Dalam hal ini kunjungan dilakukan di Pasar Logam dan Pasar Besar. Rombongan sangat tertarik dan mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Madiun. Dalam hal ini adalah peran Dinas Perdagangan Kota Madiun dalam mengelola pasar-pasar terutama Pasar Besar yang mempunyai ribuan pedagang dan juga pasar yang mempunyai aset berupa kolam renang.

(krisna/nunung/disperdag)

Oleh-Oleh Khas Kota Madiun Hadir di TMII Jakarta

Jakarta – Aneka Oleh-oleh khas Kota Madiun mendapatkan kesempatan untuk tampil di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kegiatan merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perdagangan dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga yang dikemas dalam bentuk Pagelaran Seni Budaya dan Pameran Produk Unggulan Daerah.

Kegiatan pameran yang digelar pada tanggal 23 sd 24 Maret 2019 menampilkan aneka oleh-oleh khas Kota Madiun seperti sambel pecel, madumongso, bluder, kerupuk puli,batik, sepatu rajut dan kaos.

Rangkaian acara yang dibuka oleh Bapak Walikota Madiun H.Sugeng Rismianto, S.H., M.Hum ini mengundang Paguyuban Warga Madiun (PAGUMA) yang tinggal di Jakarta. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh undangan yang hadir untuk menikmati penampilan dan sajian yang serba khas Kota Madiun.

Pameran produk unggulan dalam ini bertujuan untuk memfasilitasi para pelaku usaha mikro dalam mempromosikan dan memperluas jangkauan pemasaran produknya. (ppid/aw/dinasperdagangan)

PENGAWASAN SPBU DI KOTA MADIUN OLEH DINAS PERDAGANGAN BERSAMA BSML YOGYAKARTA

Rabu 20 Pebruari 2019 Petugas Tera sedang melaksanakan UTTP di SPBU 54631 Jl. Basuki Rahmat

Madiun – Bidang Perdagangan telah melaksanakan kegiatan Tera Ulang di Beberapa SPBU yang ada di Wilayah Kota Madiun. Kegiatan ini dilakukan untuk melindungi konsumen, atas terjaminnya alat ukur  SPBU untuk menjamin kepastian ukuran yang sesuai Standart ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari sesuai permohonan yang sudah diterima olehs Dinas Perdagangan yang membidangi Tera ulang , kemudian petugas perdagangan melaksanakan tera ulang tersebut di 8 SPBU yang ada di Kota Madiun.

Selain di 8 SPBU Penera melakukan tera di sejumlah pasar Rakyat  dan Pelaku Usaha Seperti Apotik dan Toko – toko yang ada di Wilayah Kota Madiun.

“ Alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya wajib di tera ulang setiap

Satu tahun sekali”,ujar ibu Siti Qomariah, SE sebagai Kasi Pengawasan Barang Beredar Sarana Distribusi dan Perlindungan konsumen.

(suci/rini/dinas perdagangan)

PERINGATAN HARI SAMPAH NASIONAL 2019

Madiun – Peringatan Hari Sampah Nasional tahun 2019 diisi dengan kegiatan bersih-bersih di lingkungan Pasar Srijaya. Kegiatan yang dilaksanakan hari jum’at tanggal 22 pebruari 2019 yang diikuti pegawai pada jajaran Dinas Perdagangan  ini diharapkan mampu membantu petugas kebersihan dalam mengatasi permasalahan kebersihan dipasar.

Output yang kita inginkan adalah adalah terciptanya pasar yang bersih, aman dan nyaman sehingga proses jual beli di pasar lancar dan Pasar Tradisional semakin ramai pengunjung”, demikian Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Bpk. Sutarno, BE menyampaikan.

Kegiatan ini seyogyanya telah dan akan dilaksanakan terus menerus secara berkala setiap hari jumat bergiliran kerjabakti di pasar-pasar dalam bentuk pembersihan sampah, pembersihan selokan dan saluran air serta penebasan dahan atau ranting pohon yang telah rimbun dan membahayakan pengunjung pasar.

(krisna/dinas perdagangan)

SURVEY PERIJINAN BARU BAGI PELAKU USAHA MENUJU OSS

Madiun- Bidang Perdagangan telah melaksanakan survey dibeberapa lokasi usaha di wilayah Kota Madiun. Survey ini bertujuan untuk mengingatkan para pelaku usaha untuk memperbarui ijin usahanya. Pelaksanaan survey ini dilaksanakan 1 Tahun 2 kali pelaksanaan.Kegiatan ini dilaksanakan bulan januari terhitung tanggal 14 s.d 17dan bulan Pebruari tanggal 25-28 .

“Pada dasarnya mereka belum faham tentang prosedur perijinan melalui OSS, sehingga kami megarahkan kepada pelaku usaha untuk  memenuhi komitmen yang ada di OSS” ungkap Bapak Drs. Pundjung Wahono selaku Kepala Bidang Perdagangan saat diwawancari.

Proses pembaharuan perijinan bisa melalui Dinas Penanaman Modal, PTSP, Koperasi, Usaha Mikro Kota Madiun dengan membawa surat perijinan yang lama untuk diarahkan untuk melengkapi beberapa komitmen yang sesuai dengan OSS (Online Single Submission).

(suci/rini/dinasperdagangan)