KEGIATAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA

KEGIATAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA

Dinas Perdagangan Kota Madiun mengadakan kegiatan pembinaan kepada Pedagang Kaki Lima ( PKL ) dengan mengudang perwakilan dari 36 paguyuban se Kota Madiun yang terdiri dari ketua, Sekertaris, Bendahara dan 2 orang perwakilan pedagang.Kegiatan ini di laksanakan padahariRabu, 29 Januari 2020 di Suncity Hotel JL. S Parman  No 8 Kota Madiun. Kegiatan ini rutin dilaksanakan dalam rangka memberikan pembinaan kepada pedagang kaki lima agar lebih tertib dalam mamatuhi peraturan, menjaga keindahan, kebersihan  serta  mempersiapkan kegiatan selanjutnya yaitumengajak pedagang kaki lima Kota Madiun belajar atau Study  banding Pedagang Kaki Lima yang ada di Kota Semarang.

Kegiatan pembinaan pedagang kaki lima yang diadakan di sun city ini di hadiri langsung oleh Bapak Walikota dan Wakil Walikota Madiun selaku narasumber pertama, serta  Kadin Kota Madiun sebagai narasumber kedua, guna memotivasi para pedagang kaki lima untuk lebih yakin terhadap prodak yang dijualnya agar dikenal oleh masyarakat luas dengan mempertahankan rasa dan sajian kulinernya serta memperhatikan dan menjaga kebersihan dan kerapian dalam berjualan dan melayani konsumen dengan baik.

Dengan diadakannya acara pembinaan pedagang kaki lima ini harapan kami dari Dinas Perdagangan agar para pedagang kaki lima  khususnya  Kota Madiun lebih bisa menjaga ketertiban, keindahan serta kebersihan dalam menjual dagangannya agar tidak terkesan kumuh dengan memperhatikan beberapa hal diantaranya menyediakan wastafel, tempat sampah, menyediakan menu dan harga agar pembeli lebih mudah memesan menu yang akan dipilihan serta menjaga tempat memcuci piring untuk menjaga kebersihan. Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Perdagangan juga menyampaiakan kabar baik kepada pedagang kaki lima untuk mengajak study banding para pedagang kaki lima untuk memotifasi dan mengadopsi keberhasilan para pedagang kaki lima di Semarang sebagai salah satu percontohan dalam penataan tempat,penyajian  dan pelayanan bagi pelanggannya,

MONOTORING KETERSEDIAAN DAN HARGA BARANG KEBUTUHAN POKOK MENJELANG RAMADHAN 1441 H DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN

MONOTORING KETERSEDIAAN  DAN HARGA BARANG KEBUTUHAN  POKOK MENJELANG RAMADHAN  1441 H  DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN

Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Tim Satgas Pangan, Dinas Pertanian, Satuan Reskim Polres  dan Satuan Intel Polres Kota Madiun melakukan monitoring terkait Ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Ramadhan 1441 H di Pasar Tradisioal, Gudang dan Toko Modern. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan yang ada untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat Kota Madiun.Kegiatan Monitoring ini di laksanakan selama 2 hari terhitung mulai tanggal 20 sd 21 April 2020.

Monitoring ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok Ini sasaran utamanya di Pasar Tradisional meliputi Pasar Besar, Pasar Sleko,Toko Modern meliputi Indomaret, Alfamart,Supermarket, Toko Grosir dan Gudang Sembako dengan mengambil sampel dari beberapa pedagang yang utamanya menjual bahan pokok seperti gula, minyak goreng, beras, telor, daging sapi, daging ayam dan lainya. Ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan tercukupi dengan harga relatif stabil. Untuk kebutuhan gula pasir sesuai ketetapan pemerintah (HET) sebesar Rp.12.500,- kg akan tetapi pada saat dilaksankan kegiatan ini di pasaran masih didapati harga eceran antara Rp.17.000,- sampai dengan Rp.17.500,- dengan ketersediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat Ramadhan sampai dengan Perayaan Idul Fitri. Mengingat di tingkat pedagang eceran ada ketersediaan 1 sampai dengan 4 kwintal, sedangkan ditingkat pedagang besar masih ada ketersediaan 5 sampai dengan 6 ton pada saat monitoring berlangsung. Untuk Toko /grosir dan gudang dari hasil pemantauan di lapangan mereka secara rutin menyuplai bahan kebutuhan pokok pada pedagang eceran yang ada di pasar tradisional kota Madiun meliputi komoditas gula pasir,beras dan Kacang Tanah.

Dari pengamatan dan wawancara dengan pedagang pasar serta pengelola Minimarket, Supermarket,didapatibahwa kondisi saat ini dengan adanya wabah covid 19 omset penjualan mereka rata – rata turun 50 hingga 60 persen, sementara untuk persediaan barang mereka relatif ada penambahan stok untuk antisipasi naiknya konsumsi masayarakat pada bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Dalam monitoring ini ketua tim Drs. Pundjung Wahono menyampaikan bahwa “pedagang dan distributor kebutuhan pokok dihimbau untuk tidak menimbun barang serta menjualnya dengan mengambil keuntungan yang wajar, sehingga distribusi menjadi lancar dan harga menjadi terkendali”.

KEGIATAN PENGUMPULAN INFORMASI HASIL TEMBAKAU YANG TIDAK DILEKATI PITA CUKAI ATAU DILEKATI PITA CUKAI PALSU DI PEREDARAN ATAU TEMPAT PENJUALAN ECERAN (DBHCHT)

KEGIATAN PENGUMPULAN  INFORMASI  HASIL TEMBAKAU YANG TIDAK DILEKATI  PITA CUKAI ATAU DILEKATI  PITA CUKAI  PALSU DI PEREDARAN  ATAU TEMPAT  PENJUALAN ECERAN (DBHCHT)

Dinas Perdagangan Kota Madiun Bersama Bea Cukai, Satuan petugas pamong praja dan Dinas Perekonomian  bersama – sama melaksanakan kegiatan pengawasanperedaranrokokyang sasaran utamanya  Toko Modern, toko, warung di pinggir jalan untuk mengawasi dan mencegah peredaran rokok yang tidak dilekati pita cukai atau dilekati pita cukai palsu di wilayah Kota Madiun.Selain itu juga disampaikaninformasi manfaat pengguna DBHCHT bagi masyarakat “Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang – barang tertentu yang mempunyai sifat atau karasteritik  yang konsumsinya perlu dikendalikan bahwa peredarannya perlu diawasi “jelas Aris, petugas Beacukai yang mewakili.

Meskipun rokok secara medis bisa berbahaya bagi kesehatan, imbuh Aris, akan lebih baik jika membeli rokok dengan pita cukai ilegal karena memberikan manfaat bagi masyarakat, senada dengan ujarnya ia menyampaikan kepada pedagang kecil, pedagang toko, grosir dan warung untu tidak menerima rokok yang tidak di lekati pita cukai karena dampaknya akan  merugikan negara dan ada sangsi tersendiri bagi toko maupun pedagang yang menerima rokok bodong istilahnya.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini dilaksanakan selama 14 hari pada akhir Januari sampai dengan awal Pebruari ini mendatangi toko dan warung yang tersebar di tiga wilayah Kecamatan Manguharjo, Kec. Taman dan Kec. Kartoharjo. Untuk toko atau

warung yang telah di datangi petugas ditempelkan stiker himbauan untuk tidak mengedarkan dan membeli rokok tanpa pita cukai.

PENUTUPAN PASAR HEWAN KOTA MADIUN

PENUTUPAN PASAR HEWAN KOTA MADIUN

Pemerintah Kota Madiun, mulai tanggal 1 April 2020 telah menutup Pasar Hewan atau Pasar Pon Kota Madiun di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo. Penutupan itu seiring dengan keberadaan pasar tidak bisa memberikan kontribusi besar kepada Pemkot Madiun.

Walikota Madiun, Maidi membenarkan, pasar Hewan di Kota Madiun akan ditutup. Ini seiring kontribusi yang dihasilkan tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan pemkot. Retribusi yang dihasilkan hanya skitar Rp. 500 ribu per pasaran atau sekitar Rp. 2 juta setiap bulan sehingga tidak seimbang dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan dan kurang memberikan kontribusi bagi Pemerintah Kota Madiun.

“Mulai 1 April kita tutup. Orang kota sendiri tidak ada yang sifatnya jagal disitu. Dan kelihatannya sepi karena mungkin orang dari luar kota mau masuk ke kota terlalu jauh. Apalagi di Dolopo sudah ada pasar hewan, kemudian di Caruban, Karangjati, Maospati, dan Gorang-Gareng itu sudah ada pasar hewan semua,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menjelaskan, awalnya Pemkot Madiun akan merelokasi atau memindah pasar Hewan di Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo. Lahan yang disiapkan sekitar 2 hektare. Namun hal itu batal dilakukan seiring dengan sejumlah pertimbangan dan hasil kajian.

Lahan eks-Pasar Hewan ini rencananya akan dialih fungsikan atau dimanfaatkan sebagai tempat parkir di kawasan Peceland yang merupakan ikon wisata baru di Kota Madiun. ( PPID)