GEBYAR UNDIAN BERHADIAH PASAR BESAR KOTA MADIUN

MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus berupaya meningkatkan kunjungan masyarakat terhadap pasar tradisional. Salah satunya, dengan menggelar Gebyar Pasar. Pengundian hadiah pun telah dilaksanakan hari Selasa (13/8).

Dalam pengundian hadiah yang dipimpin oleh Walikota Madiun Maidi itu, hadiah utama berupa sepeda motor berhasil didapatkan oleh Dwi Susiani, warga Jalan Margobawero, Kota Madiun. Selain itu, juga ada hadiah menarik lainnya. Seperti kulkas, mesin cuci, televisi, hingga kipas angin dan setrika.

Dalam kegiatan tersebut, Walikota Madiun Maidi menuturkan bahwa pemkot terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan pasar. Misalnya, dengan menyediakan fasilitas yang memadai. Seperti, kios, parkir, hingga toilet dan musola. Meski begitu, upaya ini tidak akan maksimal tanpa usaha dari pedagang sendiri.

‘’Inovasi harus ditingkatkan. Kalau perlu survei ke pasar tradisional di daerah lainnya. Seperti Solo atau Surabaya. Apa yang membuat pasar itu ramai, barang apa yang diminati masyarakat,’’ ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gebyar Pasar 2019 di Lantai 2 Pasar Besar Madiun itu.

Walikota pun optimis, dengan inovasi dan upaya pedagang untuk memenuhi permintaan pasar, dapat menjadikan pasar tradisional semakin ramai. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi pusat grosir yang murah dan lengkap.

Pembinaan dan Pengawasan Mamin Menjelang Lebaran Dinas Perdagangan bersama BPOM

MADIUN – Lebaran sebentar lagi, permintaan masyarakat terhadap makanan dan minuman semakin meningkat, biasanya untuk hantaran ke sanak saudara maupun dikemas dalam bentuk parsel. Menyikapi ini kamis, 23/5/2019 Dinas Perdagangan Kota Madiun bersama instasi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Polresta Madiun, Satpol PP dan BPOM Surabaya melaksanakan pemantauan di tempat-tempat yang menjual mamin secara langsung kepada konsumen.

Lokasi yang didatangi antara lain minimarket Jl. MT. Haryono dilanjutkan minimarket yang berada di dalam pusat perbelanjaan jl. Pahlawan, dan Toko grosir mamin di Jl. Imam Bonjol. Dari minimarket ditemukan kaleng susu yang penyok, roti tanpa dilengkapi expired meski sudah diberi tanda kode produksi. Sedangkan dari toko grosir di jl. Imam bonjol ditemukan mamin yang belum ada PIRT atau habis masa berlakunya. Kabid Perdagangan menyampaikan ” sifatnya pembinaan dan ada dari dinas kesehatan untuk PIRT yang kadaluarsa kita sarankan untuk dilakukan pengurusan supaya diperbarui dan untuk temuan yang belum dilabeli tanggal kadaluarsa sementara ditarik dari peredaran “.

(aw/ppid/dinasperdagangan)