Mutasi Pejabat Dinas Perdagangan Kota Madiun

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun saat ini telah mengadakan mutasi besar besaran di lingkungan Pemerintahan. Tak terkecuali pejabat yang ada di Dinas Perdagangan Kota Madiun. Sebanyak 3 orang mengalami mutasi yakni Kepala Dinas, Bapak Drs. Gaguk Hariyono, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat, Bapak Sampurno,ST dan Kepala Seksi Sarana Prasarana dan Ketertiban, Bapak Samun. Ketiganya resmi dilantik pada Selasa (08/09) di Taman Sumber Umis dan menduduki jabatan yang baru. Adapun Bapak Drs. Gaguk Hariyono menjadi Inspektur Inspektorat, Bapak Sampurno, ST menjadi Sekretaris DPMPTSPKUM, dan Bapak Samun Menjadi Kepala Sub Bidang Kewaspadaan Nasional Bangkesbangpol.

Mutasi merupakan hal yang wajar dalam lingkup Pemerintah Kota. Bertempat di hall kolam renang Pasar Besar Madiun, Bapak Drs. Gaguk Hariyono mengumpulkan seluruh pegawai Dinas Perdagangan pada Rabu (09/09). Acara tidak lepas dari protokol kesehatan. Seluruh pegawai yang hadir diwajibkan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak saat berada di tempat. Beliau menyampaikan akan menduduki jabatan baru dan ditempat yang baru bersama 2 orang lainnya setelah dilantik pada Selasa Malam, selanjutnya jabatan Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun yang baru akan diisi oleh Bapak Ansar Rasidi, S.Sos, M.Si yang sebelumya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun.

Cegah Penularan Covid-19, Pembatasan Jam Oprasional PKL Kembali Diberlakukan

MADIUN – Penegakan disiplin protokol kesehatan diwilayah Kota Madiun terus dilakukan guna menekan angka penularan virus Covid-19. Aturan jam malam yang kembali diberlakukan di Kota Madiun sebagai upaya meminimalisir keramaian warga. Sejumlah aktivitas dibatasi hanya sampai pukul 22.00 mulai Selasa (1/9). Tak terkecuali aktivitas jual beli, jam oprasional kegiatan Pedagang Kaki Lima (PKL) juga dibatasi hanya sampai dengan pukul 22.00 WIB mulai hari Selasa tanggal 1 September 2020. “Apabila PKL melanggar dan tetap berjualan diatas jam 22.00 akan dikenakan sanksi tegas oleh petugas” kata Bapak Pundjung selaku Kepala Bidang Perdagangan yang turut hadir dalam kegiatan Monitoring malam hari.

Para PKL dihimbau untuk buka lebih awal dan dipastikan pukul 22.00 WIB sudah selesai. Hal tersebut juga berlaku  bagi pemilik rumah makan, warung, mall, kafe hingga angkringan. Seluruh PKL yang berjualan di Kota madiun wajib mematuhi protokol kesehatan, diantaranya:

  1. Menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun dan air mengalir/ menyediakan handsanitizer
  2. Selalu menggunakan masker/ face shield saat berjualan
  3. Tidak melayani pembeli yang tidak menggunakan masker
  4. Mengkondisikan pembeli untuk tetap jaga jarak terutama saat mengantri
  5. Masing – masing paguyuban secara berkala melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri.

Pembatasan jam oprasional PKL ini masih terus berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan mengingat pandemi ini belum berakhir dan masyarakat dihimbau untuk tetap dirumah saja jika tidak memliki kepentingan yang mendesak.