Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Dinas Perdagangan Kota Madiun Tahun 2019

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari Dinas Perdagangan Kota Madiun selaku penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya. Survey IKM bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan secara berkala sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik selanjutnya.                 

Pengukuran kepuasan merupakan elemen penting dalam proses evaluasi kinerja dimana tujuan akhir yang hendak dicapai adalah menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih efektif berbasis dari kebutuhan masyarakat. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna layanan. Kepuasan masyarakat dapat juga dijadikan acuan bagi berhasil  atau tidaknya pelaksanaan program yang dilaksanakan pada suatu lembaga layanan publik.

RAPAT KOORDINASI PEDAGANG KAKI LIMA JALAN BARU DAN CAR FREE DAY BUNDARAN TAMAN PRAJA KOTA MADIUN

Dinas Perdagangan Kota Madiun mengundang pedagang kaki lima dalam rangka rapat koordinasi pembinaan tindak lanjut penutupan lokasi berjualan sementara yang ditutup mulai tanggal 15 Juli 2020 sampai batas waktu yang belum dipastikan oleh Dinas Perdagangan dan Satpol PP Kota Madiun. Karena berkaitan dengan  kelangsungnya  perekonomian PKL yang berjualan diarea Bundaran Taman Praja Kota Madiun, Kepala Dinas Perdagangan “ Drs. Gaguk Hariyono bersama Kastpol PP mengkaji dan memperhatikan PKL di area tersebut untuk bisa segera kembali berjualan agar kelangsungan perekonomian pedagang bisa segera normal seperti sebelumnya.

Terkait diperbolehkannya kembali PKL  Berjualan di area Jl. Baru Manisrejo dan Car Free Day Bundaran Taman dimulai tanggal 15 Juli 2020 untuk PKL Jl. Baru dan Pedagang Car free Day bisa buka kembali mulai tanggal 19 Juli 2020  Kepala Dinas Perdagangan dan Kastpol PP   menghimbau dan mengajak para pedagang  untuk bersama – sama mematuhi aturan Pemerintah untuk selalu melaksakan  protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas berjualan dengan :

  1. Menggunakan Masker
  2. Menyedikan tempat cuci tangan dan sabun
  3. Mengatur jarak tempat duduk pembeli agar tidak berkerumuh

       “Kasatpol PP Sunardi Nurcahyono, S.I.P., menegaskan kepada pedagang yang berdomisi luar kota untuk sementara waktu belum diperbolehkan berjualn  karena sulit bagi penduduk luar kota dalam memantau penyebaran covid 19 ini,harap pengertianya dr penduduk wilayah luar kota terkait aturan yang sudah ditetapkan melalui rapat koordinasi ini. disamping itu juga untuk mengurangi kepadatan lokasi berjualan agar bisa menjaga jarak dari pedagang satu dengan lainnya,Kasatpol PP juga menegaskan kepada PKL Jl. Baru Manisrejo  untuk membuat kesepaktan berupa  surat pernyataan”  jika Pedagang melanggar aturan yang sudah disepakati maka akan ada sanksi Larangan Berjualan Sementara”.Kasatpol PP juga menghimbau agar pedagang berani mengingatkan pembeli untuk wajib  menggunakan masker jika  masuk di wilayah Jl. Baru dan Car Free Day Bundaran Taman Praja Kota Madiun.

          Untuk jam Tutup PKL Jl. Baru dan Carfre Day disepakati bersama jam 10.00 untu Pedagang Carfre Day dan jam 23.00 untuk pedagang Jl. Baru Manisrejo,Rapat Koordinasi dilaksanakan di Ruang Pertemuan Dinas Perdagangan Jl. Salak  No. 67 pada tanggal 13 dan 14 juli 2020 dihadiri oleh Lurah Manisrejo dan Dinas Perkim Kota Madiun,dan PKL yang berjumlah 52 pedagang.

Dinas Perdagangan Gelar Rapid Test “Petugas Sehat, Pasar juga Sehat”

Jum’at (26/06/2020), Dinas Perdagangan Kota Madiun melaksanakan rapid test untuk seluruh karyawannya sebagai antisipasi penyebaran covid-19. Termasuk petugas yang ada di lapangan seperti juru pungut retribusi, petugas kebersihan, petugas keamanan yang berhadapan langsung dengan khalayak umum.

“ Ini sebagai langkah pencegahan, semoga tidak ada pegawai yang reaktif,”ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun.

 Rapid test ini dilaksanakan di  Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Jalan Salak dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan KB setempat.

Kepala Dinas Perdagangan, Gaguk Haryono dan karyawan berharap jika semua karyawan tidak ada yang terjangkit virus covid-19. Serangkaian pemeriksaan kesehatan lainnya juga dilakukan seperti pemeriksaan tinggi badan dan berat badan, pengukuran suhu badan dan pemeriksaan tekanan darah.

Hasil rapid test bisa langsung diketahui 15-20 menit setelah pemeriksaan. Gaguk menyatakan jika hasil rapid test adalah negatif covid-19 dan petugas lapangan dalam kondisi sehat.

“Karyawan Dinas Perdagangan ini kan ada yang dilapangan karena itu kita harus tahu betul kondisinya. Alhamdulillah petugas kita sehat. Kalau mereka tugasnya setiap hari itu keliling dan kondisinya sehat berarti kan pasar juga sehat,” jelasnya.

“Punakawan” Jadi Ikon Unik Re-Opening Sunday Market

Sunday Market Di Taman Lalu Lintas Bantaran Kota Madiun kembali dibuka pada tanggal 7 Juni 2020 setelah vakum selama 3 bulan. Para pengunjung yang hendak masuk area, wajib dicek suhu badan oleh petugas Dinas Perdagangan.

Protokol kesehatan tetap diterapkan dalam Re-Opening Sunday Market yang dipimpin langsung oleh Bapak  Walikota Madiun. Beliau mengatakan “Pembukaan tidak lepas dari protokol kesehatan. Sehingga ekonomi tetap berjalan dengan mentaati protokol kesehatan”. Acara berlangsung sangat meriah dihadiri beberapa Kepala OPD serta menghadirkan Polisi Cilik untuk turut meriahkan acara tersebut.

Tak kalah dengan para pengisi acara, pegawai Dinas Perdagangan Kota Madiun  terjun langsung menggunakan kostum unik untuk menarik para pengunjung. Mereka berkostum tokoh pewayangan “Punakawan” sambil mengelilingi lokasi Sunday Market. Drs. Gaguk Hariyono selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun yang juga berkostum unik “Punakawan” berkeliling sambil menghimbau para pedagang dan pembeli untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, diantaranya yakni selalu menggunakan masker saat keluar rumah, jaga jarak saat melakukan transaksi jual beli, selalu mencuci tangan  dengan air mengalir, menggunakan face shield bagi pedagang, tetap jaga jarak antar pedagang lainnya kurang lebih 1-1,5 meter, menyediakan tempat cuci tangan serta melakukan pembayaran dengan transaksi online.

Drs. Gaguk Hariyono selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun mengatakan “Para pedagang tetap bisa berjualan di Sunday Market dengan tetap memperhatikan aturan yang ditetapkan serta  pedagang yang berjualan dibatasi selama masa pandemi agar kegiatan berdagang tetap berjalan”. Dalam Re-Opening ini para pedagang yang berjualan hanya bekisar 200 orang yang sebelum adanya pandemi bisa menampung kurang lebih 600 pedagang. Langkah ini juga bertujuan untuk menghindari kerumuman dan tetap menjaga jarak antar pedagang

MONITORING STOCK DAN HARGA KEBUTUHAN POKOK MENJELANG LEBARAN IDUL FITRI 1441 H DI GUDANG DAN TOKO MODERN

MONITORING STOCK  DAN HARGA KEBUTUHAN  POKOK MENJELANG LEBARAN IDUL FITRI 1441 H DI GUDANG DAN TOKO MODERN

Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Tim Satgas Pangan , Dinas Pertanian, Sat Reskim Polres  dan Sat Intel Polres Kota Madiun melakukan tindak lanjut dari monitoring kegitan menjelang Ramadhan untuk memantau  terkait Stock dan Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Idul Fitri  1441 H di Gudang dan Toko Modern.Kegiatan ini bertujuan untuk melihat  seberapa jauh persiapan Ketersediaan Stock yanga ada untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat Kota Madiun.Kegiatan  ini di laksanakan selama 2 hari terhitung mulai tanggal 18 sd 19 Mei  2020.

Monitoring Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Ini sasaran utamanya di Gudang dan Pasar Tradisional yang  meliputi :

Gudang  Gula/ Sembako Jl. Niti Negoro,Gudang Sembako Bulog, Jl. Truno Joyo, Gudang UD “ Makmur “ Jl. Puspo Warno dan Pasar Modern diantaranya, Gudang Indomart, Jl. Imam Bonjol, Food Mart ( Sun City ), Jl. S. Parman dan Grosir Carefour , Jl. S. Parman.

Dari hasil pemantauan bahwa stok kebuhan pokok di pasar tradisional yang utamanya beras, minyak goreng, tepung, gula pasir jumlah stock ketersediaan selama menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan harga relativ stabil,bahkan  ada penurunan harga pada komoditas gula pasir.Untuk gula pasir walaupun harganya diatas HET yang ditetapkan  pemerintah sebesar 12.500,- kg dan dipasaran masih didapati harga eceran antara Rp. 14.500 sd 15.000 per kg.mengalami penuruna  harga dibandingkan pada saat jelang Ramadhan  dengan kisaran harga sekitar 17.000 sd 18.000 per kg. Khusus toko modern untuk pembelian gula dibatasi maksimal 2 kg setiap pembelian dengan cara klik indomart

Berikut rincian stok di masing – masing gudang pada saat monitoring antara lain:

  1. Stok Gula di Indomaret jl. Imam Bonjol 151 kg
  2. Stok gula di FoodMart Sun City Jl. S.Parman 2.774 kg
  3. Stok gula di Carefoor  Jl. S.Parman 1.462 kg
  4. Stok gula di Gudang Bulog  Jl. Trunojoyo 65.000 kg,Beras Premium 1.436.870 kg,Beras Medium 987.000 kg
  5. Stok gula di Gudang  UD. Mandiri Jl. Niti Negoro 40.000 kg / hari
  6. Stok gula di Gudang  UD. Rukun Mulya Jl. Puspo Warno 15.000 kg / hari dan jumlah stok gabah 700 kg

Monitoring Stock dan Harga kebutuhan pokok jelang Idul Fitri  ini bertujuan untuk melihat seberapa ketersediaan stock yang ada, dengan jumlah keperluan  kebutuhan masyarakat.Dari hasil pengamatan dan interview dengan pedagang pasar serta pengelola Minimarket, Supermarket,bahwa kondisi saat ini dengan adanya wabah covid 19 omset penjualan mereka rata – rata 50 sd 60 persen,Sementara persediaan barang mereka relaif ada penambahan  untuk persipan Hari Raya Idul Fitri.

KEGIATAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA

KEGIATAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA

Dinas Perdagangan Kota Madiun mengadakan kegiatan pembinaan kepada Pedagang Kaki Lima ( PKL ) dengan mengudang perwakilan dari 36 paguyuban se Kota Madiun yang terdiri dari ketua, Sekertaris, Bendahara dan 2 orang perwakilan pedagang.Kegiatan ini di laksanakan padahariRabu, 29 Januari 2020 di Suncity Hotel JL. S Parman  No 8 Kota Madiun. Kegiatan ini rutin dilaksanakan dalam rangka memberikan pembinaan kepada pedagang kaki lima agar lebih tertib dalam mamatuhi peraturan, menjaga keindahan, kebersihan  serta  mempersiapkan kegiatan selanjutnya yaitumengajak pedagang kaki lima Kota Madiun belajar atau Study  banding Pedagang Kaki Lima yang ada di Kota Semarang.

Kegiatan pembinaan pedagang kaki lima yang diadakan di sun city ini di hadiri langsung oleh Bapak Walikota dan Wakil Walikota Madiun selaku narasumber pertama, serta  Kadin Kota Madiun sebagai narasumber kedua, guna memotivasi para pedagang kaki lima untuk lebih yakin terhadap prodak yang dijualnya agar dikenal oleh masyarakat luas dengan mempertahankan rasa dan sajian kulinernya serta memperhatikan dan menjaga kebersihan dan kerapian dalam berjualan dan melayani konsumen dengan baik.

Dengan diadakannya acara pembinaan pedagang kaki lima ini harapan kami dari Dinas Perdagangan agar para pedagang kaki lima  khususnya  Kota Madiun lebih bisa menjaga ketertiban, keindahan serta kebersihan dalam menjual dagangannya agar tidak terkesan kumuh dengan memperhatikan beberapa hal diantaranya menyediakan wastafel, tempat sampah, menyediakan menu dan harga agar pembeli lebih mudah memesan menu yang akan dipilihan serta menjaga tempat memcuci piring untuk menjaga kebersihan. Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Perdagangan juga menyampaiakan kabar baik kepada pedagang kaki lima untuk mengajak study banding para pedagang kaki lima untuk memotifasi dan mengadopsi keberhasilan para pedagang kaki lima di Semarang sebagai salah satu percontohan dalam penataan tempat,penyajian  dan pelayanan bagi pelanggannya,

MONOTORING KETERSEDIAAN DAN HARGA BARANG KEBUTUHAN POKOK MENJELANG RAMADHAN 1441 H DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN

MONOTORING KETERSEDIAAN  DAN HARGA BARANG KEBUTUHAN  POKOK MENJELANG RAMADHAN  1441 H  DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN

Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Tim Satgas Pangan, Dinas Pertanian, Satuan Reskim Polres  dan Satuan Intel Polres Kota Madiun melakukan monitoring terkait Ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Ramadhan 1441 H di Pasar Tradisioal, Gudang dan Toko Modern. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan yang ada untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat Kota Madiun.Kegiatan Monitoring ini di laksanakan selama 2 hari terhitung mulai tanggal 20 sd 21 April 2020.

Monitoring ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok Ini sasaran utamanya di Pasar Tradisional meliputi Pasar Besar, Pasar Sleko,Toko Modern meliputi Indomaret, Alfamart,Supermarket, Toko Grosir dan Gudang Sembako dengan mengambil sampel dari beberapa pedagang yang utamanya menjual bahan pokok seperti gula, minyak goreng, beras, telor, daging sapi, daging ayam dan lainya. Ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan tercukupi dengan harga relatif stabil. Untuk kebutuhan gula pasir sesuai ketetapan pemerintah (HET) sebesar Rp.12.500,- kg akan tetapi pada saat dilaksankan kegiatan ini di pasaran masih didapati harga eceran antara Rp.17.000,- sampai dengan Rp.17.500,- dengan ketersediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat Ramadhan sampai dengan Perayaan Idul Fitri. Mengingat di tingkat pedagang eceran ada ketersediaan 1 sampai dengan 4 kwintal, sedangkan ditingkat pedagang besar masih ada ketersediaan 5 sampai dengan 6 ton pada saat monitoring berlangsung. Untuk Toko /grosir dan gudang dari hasil pemantauan di lapangan mereka secara rutin menyuplai bahan kebutuhan pokok pada pedagang eceran yang ada di pasar tradisional kota Madiun meliputi komoditas gula pasir,beras dan Kacang Tanah.

Dari pengamatan dan wawancara dengan pedagang pasar serta pengelola Minimarket, Supermarket,didapatibahwa kondisi saat ini dengan adanya wabah covid 19 omset penjualan mereka rata – rata turun 50 hingga 60 persen, sementara untuk persediaan barang mereka relatif ada penambahan stok untuk antisipasi naiknya konsumsi masayarakat pada bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Dalam monitoring ini ketua tim Drs. Pundjung Wahono menyampaikan bahwa “pedagang dan distributor kebutuhan pokok dihimbau untuk tidak menimbun barang serta menjualnya dengan mengambil keuntungan yang wajar, sehingga distribusi menjadi lancar dan harga menjadi terkendali”.

KEGIATAN PENGUMPULAN INFORMASI HASIL TEMBAKAU YANG TIDAK DILEKATI PITA CUKAI ATAU DILEKATI PITA CUKAI PALSU DI PEREDARAN ATAU TEMPAT PENJUALAN ECERAN (DBHCHT)

KEGIATAN PENGUMPULAN  INFORMASI  HASIL TEMBAKAU YANG TIDAK DILEKATI  PITA CUKAI ATAU DILEKATI  PITA CUKAI  PALSU DI PEREDARAN  ATAU TEMPAT  PENJUALAN ECERAN (DBHCHT)

Dinas Perdagangan Kota Madiun Bersama Bea Cukai, Satuan petugas pamong praja dan Dinas Perekonomian  bersama – sama melaksanakan kegiatan pengawasanperedaranrokokyang sasaran utamanya  Toko Modern, toko, warung di pinggir jalan untuk mengawasi dan mencegah peredaran rokok yang tidak dilekati pita cukai atau dilekati pita cukai palsu di wilayah Kota Madiun.Selain itu juga disampaikaninformasi manfaat pengguna DBHCHT bagi masyarakat “Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang – barang tertentu yang mempunyai sifat atau karasteritik  yang konsumsinya perlu dikendalikan bahwa peredarannya perlu diawasi “jelas Aris, petugas Beacukai yang mewakili.

Meskipun rokok secara medis bisa berbahaya bagi kesehatan, imbuh Aris, akan lebih baik jika membeli rokok dengan pita cukai ilegal karena memberikan manfaat bagi masyarakat, senada dengan ujarnya ia menyampaikan kepada pedagang kecil, pedagang toko, grosir dan warung untu tidak menerima rokok yang tidak di lekati pita cukai karena dampaknya akan  merugikan negara dan ada sangsi tersendiri bagi toko maupun pedagang yang menerima rokok bodong istilahnya.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini dilaksanakan selama 14 hari pada akhir Januari sampai dengan awal Pebruari ini mendatangi toko dan warung yang tersebar di tiga wilayah Kecamatan Manguharjo, Kec. Taman dan Kec. Kartoharjo. Untuk toko atau

warung yang telah di datangi petugas ditempelkan stiker himbauan untuk tidak mengedarkan dan membeli rokok tanpa pita cukai.