Dinas Perdagangan Kota Madiun lakukan Operasi Pasar (minyak goreng) bagi penduduk KTP Kota

Dinas perdagangan kembali mengadakan operasi pasar minyak goreng murah dan terjangkau pada (21/02) bertempat di Lapangan Gulun Kecamatan Taman Kota Madiun. Sasaran operasi pasar ini adalah warga Kota Madiun yang memiliki KTP dengan ketentuan 1 (satu) orang 2 Liter atau sebesar Rp 27.000,-

Kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dilaksanakan oleh seluruh pegawai Bidang Perdagangan Kota Madiun beserta staf, tidak terkecuali Bapak Surat S.Sos selaku Kepala Bidang. Warga masyarakat yang mengantri dihimbau untuk mengumpulkan KTP dan akan dipanggil Namanya sesuai urutan pengumpulan KTP, hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kerumunan dan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dalam kegiatan kali ini juga dihadiri oleh Bapak Walikota Madiun, yang meninjau langsung proses operasi pasar minyak goreng, tak hanya itu, beliau juga membagi-bagikan minyak goreng gratis untuk pedagang/PKL disekitar lapangan Gulun, sesuai dengan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mebantu warga kota madiun yang akhir-akhir ini mengalami kelangkaan minyak goreng dan harga yang melambung tinggi. Beliau mengatakan akan menindak tegas bagi oknum-oknum yang terbukti melakukan penimbunan. Karena sampai saat ini beliau selalu memantau stok minyak goreng di Kota Madiun. (tya/admin/ppidpembantu)

Tetap Perkuat Imun Di Masa Pandemi, Dinas Perdagangan Lakukan Senam Bersama di Awal Tahun

Dinas Perdagangan Kota Madiun kembali mengadakan Senam Pagi Bersama di awal Tahun 2022 pada (18/02), kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan imun, kebugaran dan kesehatan seluruh PNS dan Tenaga Upahan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Senam ini dilakukan selama 45 menit dengan dipandu Instruktur senam professional dengan gerakan yang energik penuh semangat.

Selaras dengan arahan dari Bapak Drs. Budi Wibowo Santoso selaku Sekretaris Dinas Perdagangan, bahwa kegiatan ini rutin diadakan bertujuan untuk meningkatkan imun tubuh. Beliau mengingatkan kepada seluruh peserta senam untuk melakukan senam hati riang, pikiran segar, agar imun tubuh meningkat.

Setelah melakukan senam pagi bersama, seluruh pegawai menyantap nasi rawon yang telah disediakan, agar tercipta kebersamaan dan terjalin silaturahmi yang erat. (tya/admin/ppidpembantu)

Kunjungan Kerja Komisi B Dprd Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah

Dinas Perdagangangan Kota Madiun menerima kunjungan kerja dari komisi B DPRD Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah terkait Koordinasi penataan Pedagang Kaki Lima yang ada di wilayah Kota Madiun pada (09/02). Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan  Pedagang Kaki Lima yang ada di Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah menjadi Pedagang Kaki Lima yang tertib dan aman.

Komisi B DPRD Kabupaten Kendal diterima oleh Kabid Perdagangan Bp. Surat S.Sos  bersama rombongan pukul 10.00 dengan agenda membahas Penataan Pedagang Kaki lima yang ada di kota Madiun.

 Menurut Bp.Kabid Perdagangan “Peruntukan Lokasi Pedagang Kaki Lima serta  Kewajiban dan Larangan bagi Pedagang Kaki Lima sudah diatur dalam Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota  Madiun termasuk Pemberian Tanda Daftar Usaha bagi Pedagang Kaki Lima  yang lokasi usahanya sudah sesuai aturan yang tertuang di Peraturan Daerah dan Peraturan Wali kota” . (rini/admin/ppidpembantu)

Pos Ukur Ulang, Membuat Konsumen Tenang

Dinas perdagangan kini menyediakan Timbangan Pos Ukur Ulang yang diletakkan di dua pasar tradisional yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen. Timbangan Pos Ukur Ulang tersebut diletakkan di Pasar Besar dan Pasar Sleko, tepatnya didepan pintu masuk kedua pasar tersebut.

Timbangan Pos Ukur Ulang ini diadakan untuk para konsumen pasar agar konsumen tau barang yang dibeli telah tepat takaran sesuai dengan yang dibeli atau tidak, secara gratis atau tidak dipungut biaya. Mengingat kebutuhan belanja konsumen di pasar berbeda-beda, maka timbangan yang ada tersebut memiliki spesifikasi dapat menimbang hingga 30kg. Sehingga konsumen dengan barang belanjaan mencapai 30kg dapat melakukan uji ukur ulang di Pos Ukur Ulang tersebut dengan cara penggunaan yang cukup mudah, konsumen hanya tinggal meletakkan barang belanjaan diatas timbangan. Konsumen juga dapat mencetak hasil timbangan yang muncul, karena Pos Ukur Ulang ini juga dilengkapi dengan fasilitas print out.

Meski demikian, ada batas kesalahan yang diperbolehkan (BKD) dalam timbangan. Selama hasil penunjukan masih berada pada batas kesalahan yang diperbolehkan maka berat yang diperoleh masih sah. Namun, jika barang yang diperoleh melebihi batas yang diperbolehkan maka Metrologi Dinas Perdagangan akan melakukan langkah pengecekan terhadap timbangan yang digunakan oleh pedagang dimana tempat konsumen tersebut berbelanja.

Tujuan diadakannya Timbangan Pos Ukur Ulang ini adalah untuk membuat konsumen merasa tenang, karena barang yang dibeli telah sesuai beratnya seperti yang diinginkan. (yoga/admin/ppidpembantu)